Ketika anda membuka sebuah CPU komputer anda pasti akan lihat sebuah benda kotak dengan bentuk persegi. Dimana benda tersebut termasuk penting dalam hal Kelistrikan. Benda tersebut sering disebut power supply.

Sebelum kita mengulas apa itu power supply, tentu anda juga perlu mengetahui beberapa jenis power supply dan bagaimana sejarah dan perkembangannya. Berikut akan kami paparkan jenis-jenis power supply hingga sejarah power supply.

 

Jenis – Jenis Power Supply

at power supply

power supply jenis at

Terdapat dua jenis power supply yang beredar di pasaran. yaitu power supply jenis AT dan ATX.  AT sendiri merupakan singkatan dari Advanced Tecnology. Jenis AT ini, tidak hanya mengacu pada power supply, tetap juga untuk motherboard yang diperkenalkan pada tahun 1984 oleh IBM.

atx power supply

power supply jenis atx

Sedangkan ATX adalah singkatan dari Advanced Tecnologi Extended, jenis ini dikembangkan pada tahun 1995 yang merupakan peningkatan standar dari jenis AT. Untuk perkembangannya sendri, sampai hari ini diketahui terdapat 12 kali perkembangan yang terjadi.

ATX

Power supply jenis ATX menjadi model awal dari jenis power supply. Jenis ini diperkenalkan pada tahun 1995. Memiliki ciri-ciri pada konektornya sebagai berikut.

  1. Terdapat 4 pin konektor molex.
  2. Terdapat 4 pin konktor berg floppy.
  3. Terdapat 20 pin molex mini-fit JR untuk konektor utama motherboard.
  4. Dan terdapat tambahan 6 pin konektor AUX. Tersedia dengan tegangan 3,3 V dan 5V untuk motherboard jika dibutuhkan.
  5. ATX12V 1.0
Baca juga:  Jenis Jenis Jaringan Komputer

Pada tahun 1999-an power supply standar ATX dengan 20pin dianggap sudah tidak memiliki kemampuan dalam menyuplai kebutuhan daya listrik didalam komputer. Maka dibuatlah varian baru dari ATX standar menjadi ATX12V 1.0

Terdapat perubahan pada versi ini yaitu penambahan pada:

  1. Peningkatan daya menjadi 12V
  2. Terdapat penambahan 4 pin konektor mini fit JR. Yang digunakan untuk daya CPU.

Secara umum, konektor ini disebut dengan  konektor power  +12V atau konektor p4.

ATX12V 1.1

Pada pertengahan tahun 2000-an terjadi perubahan kecil pada ATX12V sehingga seri ini dinamakan ATX12V 1.1. Adanya perubahan pada penigkatan daya untuk tegangan 3,3V.

ATX12V 1.2

Pada seri ini sudah tidak adanya tegangan -5V. Seri ini keluar pada  tahun 2002 di bulan Januari.

ATX12V 1.3

Setelah launching seri 2.0 pada bulan februari 2003. Kemudian diperkenalkan versi 1.3 satu bulan setelahnya yaitu pada bulan April 2003. Dan perubahan yang terjadi pada seri ini yaitu :

  1. Terdapat peningkatan tegangan menjadi 12V
  2. Terdapat ketentuan kebutuhan minimal. Efisiensi PSU untuk beban rendah dan normal
  3. Terdapat Ketentuan pada level akustik
  4. Terdapat konektor power untuk seri ATA
  5. Tegangan -5 V dihilangkan

ATX12V 2.01

Seri ini diluncurkan pada bulan Februari 2003. Lebih cepat dari seri 1.3. pada seri 2.0 terdapat perubahan yang sangat mencolok pada distribusi daya. Dibandingkan pada seri ATX12V 1 titik. Dan berikut beberapa perubahan yang terjadi :

  1. Konektor power utama bertambah dari 20 pin menjadi 24 pin. 4 pin tambahan untuk tegangan 3,3 V, 5 V dan 12V.
  2. Konektor pin AUX dihilangkan. Karena sudah disatukan dengan konektor 24 pin.
  3. Terdapat peningkatan daya pada tegangan 12 V.
  4. Sudah dilengkapi dengan konektor untuk powe SATA
  5. Dan masih banyak perubahan yang lainnya.
Baca juga:  Perangkat Keras Komputer

ATX12V v2.01

Perubahan terjadi pada tahun 2004. Sudah tidak menggunakan tegangan -5V. Jenis ini merupakan upaya penyempurnaan dari jenis sebelumnya. Meskipun begitu, rasanya terus muncul versi terbaru yang lebih canggih dibandingkan sebelumnya.

ATX12 v2.1

Ada sedikit perubahan yang terjadi. Sehingga pada tahun 2005 seri 2.1 diluncurkan kepasaran. Perubahan yang terjadi adalah adanya peningkatan pada semua tegangan, kemudian persyaratan efisiensi juga dirubah. Dan adanya penambahan konektor 6 pin untuk kartu grafis.

ATX12V v2.2

Untuk seri v2.2 terdapat perubahan yang terjadi yaitu dengan penambahan konektor 8 pin kartu grafis PCIe. Dan dapat menyalurkan daya dengan besar 150 watt.

ATX12V v2.3

Dan revisi terbaru yang paling efektif terjadi mulai bulan Maret 2007. Perubahan yang terjadi adalah untuk rekomendasi efisiensi yang dinaikkan menjadi sebesar 80 persen. Dan kebutuhan minimal beban pada tegangan 12V menjadi diturunkan.

Nah, itulah beberapa perkembangan power supply dari awal pembuatan hingga seri terbaru yang dibuat. Yang pasti dengan adanya perubahan dari masa ke masa tersebut selalu terjadi peningkatan kualitas dan efisiensi yang dihasilkan.

 

Komponen Power Supply

komponen power supply

gambar: kartmy.com

Sebagai seorang awam mungkin kita penasaran, apa saja sih komponen yang terdapat di dalam power supply tersebut? Nah, berikut ini komponen power supply yang perlu anda ketahui:

Pada hakikatnya power supply berfungsi untuk mengubah arus AC menjadi arus DC untuk disalurkan ke berbagai komponen yang ada dalam satu chasing. Nah, untuk menghasilan tegangan tersebut maka dibutuhkan beberapa komponen yang berada didalam power supply, diantaranya adalah:

Transformator

Salah satu komponen yang harus ada didalam power supply adalah transformator. Transformator ini berfungsi untuk memindahkan energi listrik antar rangkaian, bisa dua atau lebih dengan induksi elektromagnetik.

Baca juga:  Aplikasi Komputer untuk Administrasi Keuangan

Dioda

Dioda merupakan gabungan dari dua elektrodan yaitu anoda dan katoda. Dioda ini memiliki fungsi untuk menghambat arus listrik pada tegangan balik.

Kapasitor

Komponen lain yang harus ada didalam power supply adalah kapasitor. Kapasitor ini berfungsi untuk menyempurnakan tegangan arus AC ke DC.

Resistor

Komponen yang tidak kalah penting yaitu resistor. Yang berfungsi untuk menurunkan tegangan, membagi dan membatasi arus yang masuk dan keluar. Sehingga arus listrik pada perangkat keras  yang ada pada motherboard dapat dikontrol.

IC Regulator

Agar tegangan listrik pada rangkaian elektronik tetap stabil maka diperlukan komponen yang bernama Ic Regulator.

LED

Sejenis dioda semikonduktor ini memmiliki keistimewaan tersendiri. Yaitu untuk memberi sinyal kepada user apakah sudah aktif atau belum.

 

Rangkaian Power Supply

Sebelumnya kita telah mengulas beberapa komponen yang terdapat didalam power supply atau catu daya. Mungkin anda berfikir, untuk membuat power supply secara mandiri bukan?

Untuk dapat membuatnya tentu kita harus mengetahui rangkaian power supply tersebut agar menjadi sebuah power supply yang dapat digunakan. Berikut gambar rangkaian power supply sederhana.

Jika anda ingin merakit power supply sendiri, tentu anda tidak hanya mengetahui bagaimana rangkaiannya saja. Hal yang tidak kalah penting untuk anda ketahui yakni bagian – bagian dari power supply itu sendiri. Berikut ini bagian – bagian power supply.

  1. AC-In socket
  2. Modul SMPS
  3. DC Output Socket
  4. Fan Cooler
  5. Cassing Power Supplya