Jika kita mengecek Mainboard di komputer, maka kita akan melihat penampakan sebuah baterai yang secara fisik terlihat mirip dengan baterai jam tangan, hanya saja baterai tersebut memiliki ukuran yang lebih besar, itulah yang dinamakan dengan baterai CMOS.

Baterai CMOS adalah sebuah baterai yang terdapat di badan motherboard, baterai ini memiliki bentuk yang umum dan nyaris serupa dengan baterai jam pada umumnya. Namun bedanya, baterai ini memiliki dimensi yang lebih lebar dan ukuran yang lebih besar pula.

 

Baterai CMOS Tidak Memberikan Daya

CMOS adalah singkatan dari Complementary Metal Oxide Semikoncuktor, sebuah baterai yang digunakan agar BIOS tetap aktif meskipun tanpa adanya aliran listrik. Tapi, CMOS memiliki fungsi berbeda karena CMOS tidak memberikan daya.

Baterai CMOS hanya berfungsi sebagai penghitung jam real-time dan juga sebagai tempat untuk menyimpan pengaturan BIOS. Baterai ini juga dilengkapi sejenis chip semi-konduktor yang berfungsi untuk menyimpan data, tanpa membutuhkan sumber daya eksternal.

 

Cara Kerja Baterai CMOS

Cara kerja baterai CMOS adalah menyimpan program konfigurasi, program diagnostik dan dilengkapi dengan kemampuan menyimpan data, sehingga tanggal dan waktu pembuatan file tidak akan hilang meski komputer dimatikan sekalipun.

  • Salah satu hal yang tak kalah penting dari baterai ini adalah kekebalan desain nya yang tinggi dan juga penggunaan daya statis yang cenderung rendah.
  • Setiap motherboard pasti memiliki BIOS, settingan BIOS biasanya tersimpan dalam chip motherboard.

Ketika komputer melakukan booting, maka BIOS melakukan tugasnya, yaitu melakukan Power Of Self Test (POST) dan mengecek fungsional dari hardware komputer.

Baca juga:  Pengertian Motherboard

Tugas BIOS masih berada dalam sistem low level, dimana pada saat sistem low level inilah maka BIOS akan dapat diatur. Untuk masuk ke BIOS, kita harus memencet tombol tertentu pada saat komputer mulai booting, misalnya F2 atau DEL.

 

Fungsi Baterai CMOS

gambar baterai cmos

Meskipun komputer dalam keadaan mati, pengaturan BIOS pada RAM CMOS akan tetap aman. Jika tidak ada power, maka semua pengaturan akan hilang. Seperti halnya dengan data yang diproses RAM pada saat listrik mati.

Jika motherboard tidak dipasangi baterai ini, maka pesan error akan terlihat pada saat kita melakukan booting komputer. Meskipun kita bisa melewatinya setiap saat, tentu saja hal ini tidak efisien sama sekali.

Jika kondisi ini tetap berlanjut dan komputer tetap dipaksa untuk berjalan tanpa baterai CMOS, maka komputer itu akan terus berjalan dengan default setting atau kembali ke pengaturan awal pabrik.

Maka dapat disimpulkan bahwa fungsi dari baterai CMOS ini di antaranya :

  • Berguna untuk menyimpan data dan waktu pada komputer (time setting).
  • Berguna untuk menyimpan setting BIOS.

Umumnya, baterai CMOS mampu bertahan hingga 5 tahun, setelah itu baterai akan lemah. Jika hal ini terjadi, maka hal yang perlu kita lakukan adalah tinggal mengganti baterai tersebut.

 

Ciri – Ciri Baterai CMOS Rusak

Dalam keseharian kita menggunakan komputer, pastinya akan menjumpai masalah yang beragam, mulai dari masalah kecil hingga masalah yang ga bisa dianggap kecil. Salah satu masalah itu adalah Baterai CMOS yang habis atau rusak.

baterai cmos di motheroard

Meskipun ini masalah yang tidak serius, penanganan yang diberikan juga tidak bisa sembarangan karena bisa menyebabkan kerusakan yang semakin parah dan serius. Perhatikan juga beberapa indikator yang muncul akibat baterai CMOS habis atau rusak agar masalah cepat diatasi.

Baca juga:  Pengertian Aplikasi

Kebanyakan teman-teman kita yang masih awam salah mengira jika masalah yang dialami adalah power supply-nya sudah tidak kuat lagi, atau prosesornya jebol akibat kepanasan. Padahal bisa jadi hal ini juga disebabkan karena baterai ini yang ternyata bermasalah.

Nah, berikut akan diulas beberapa indikasi yang mungkin terjadi akibat baterai CMOS yang bermasalah :

  1. Indikator pertama adalah ketika kita melihat tulisan “CMOS Checksum error defaults loaded ” pada saat restart atau menyalakan sistem untuk pertama kalinya.
  2. Indikator kedua adalah ketika tampilan tanggal BIOS yang tidak sesuai dikarenakan kualitas baterainya yang sudah tidak bagus lagi. Walaupun kita sudah berkali-kali mengaturnya dengan tanggal yang benar, namun sistem penanggalan tetap berganti lagi.
  3. Indikator terparahnya adalah ketika komputer tidak mau menyala sama sekali ketika kita melakukan restart, padahal kita yakin sekali jika semua perangkat dan sistem masih beroperasi.

Nah, jika indikator ini juga kita temui. Maka sudah dapat dipastikan jika baterai CMOS kita sudah tidak dalam keadaan baik dan harus diganti.

 

Mengatasi Baterai yang Rusak

tempat baterai cmos

Setelah melihat dan yakin dengan indikasi-indikasi kerusakan diatas, maka diperlukan adanya sebuah tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berikut ini beberapa tindakan yang bisa kita lakukan.

1. Lakukan Clear CMOS

Tindakan yang pertama yang bisa kita lakukan saat sistem tidak bekerja adalah melakukan clear CMOS. Langkah ini bisa kita anggap sebagai langkah tepat dan yang paling efektif untuk mengatasi masalah.

Mengembalikan setting kembali seperti awal dari bawaan pabriknya mungkin dapat membantu kita mengetahui penyebab masalah, apakah hal ini karena setting atau karena kerusakan pada hardwarenya.

2. Cek Posisi Baterai

Hal yang dapat kita lakukan jika baterai mengalami masalah adalah dengan memindahkan posisi jumper motherboard dan memeriksa posisiĀ  baterai CMOS, untuk menghindari berbagai kemungkinan seperti dudukan kurang pas atau terlalu longgar dan lain sebagainya.

Baca juga:  Pengertian Perangkat Lunak

3. Melepas Baterai

Jika masalah sudah dipastikan karena baterai CMOS. Maka kita perlu melakukan beberapa tindakan seperti mengubah setting jumper untuk CMOS atau mencabut baterainya.

Jika baterai sudah dilepas, ingatlah untuk memberi jeda sekitar 5-10 menit saat mencabut baterai dan tidak terburu-buru untuk memasangnya kembali. Biarkan komputer apa adanya selama beberapa saat, hingga ia kembali pada sistem default atau sistem pabrik.

Usahakan kita memberi jeda yang cukup, karena bila baterai terlalu cepat dipasang kembali, besar kemungkinan sistem belum kembali ke pengaturan awal dan ini bisa menyebabkan sistem tidak mau bekerja.

4. Mengganti Baterai

Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas dan tidak membuahkan hasil, maka itu artinya kita perlu mengganti dan membeli baterai yang baru. Namun saat membeli baterai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sebaiknya kita membawa baterai lama kita, karena setiap baterai memiliki nomor seri yang berbeda-beda. Usahakan jenis baterai yang kita beli sama dengan baterai yang kita miliki sebelumnya untuk menghindari yang baru, sama halnya dengan baterai CMOS pada laptop.