“GRUB loader hilang, sehingga cuma bisa masuk ke Windows saja, padahal sebelumnya dual boot“. Banyak orang yang mengalami permasalahan seperti kalimat singkat tersebut. Ketika Anda memiliki komputer dengan 2 OS, misalnya windows dan Ubuntu, kemungkinan besar Anda akan mengalami hal tersebut ketika melakukan install ulang Windows.

Hal ini terjadi karena, biasanya ketika Windows diinstall setelah Ubuntu maka master boot record akan ditimpa. Bagaimana mengembalikan GRUB setelah install ulang windows? Artinya Anda harus melakukan boot dengan menggunakan LiveCD dan install ulang grub. Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukannya.
1. Boot dengan menggunakan Live CD Ubuntu.
2. Buka terminal.
3. Buka GRUB Command line dengan mengetikkan:
sudo grub
4. Beritahukan GRUB dimana letak/posisi partisi Ubuntu Anda dengan mengetikkan:
root (hdA, B)
Dimana ‘A’ adalah nomor hard-drive, dimulai dari 0, dan ‘B’ adalah nomor partisi, dimulai dari 0. Sebagai contoh, jika Ubuntu diinstall pada partisi kedua pada hard-drive pertama, maka command-nya akan seperti ini:
root (hd0, 1)
5. Beritahukan GRUB, boot sector akan ditaruh di drive mana.
setup (hd0)
(ganti angka 0, jika drive yang Anda gunakan untuk boot bukan drive yang pertama).
6. Tutup GRUB command line.
quit
dan reboot.
UPDATE: Tips ini untuk Ubuntu 9.04 ke bawah
Kemarin, ketika sedang menonton Film Transformer: Revenge of The Fallen, ada seorang teman yang bilang “Kok tidak ada terjemahan filmnya?” Sebenarnya ada, namun subtitle dalam bahasa Inggris. Untuk itu saya segera mencari subtitle Transformer: Revenge of The Fallen dalam bahasa Indonesia di subtitleseeker.com.

windows media player" width="508" height="389" />
Permasalahan muncul ketika memainkan filmnya menggunakan windows Media Player di windows 7. Subtitle tidak muncul, tidak seperti ketika memainkannya di Ubuntu yang langsung menampilkan subtitle Bahasa Indonesia.
Pada postingan ini akan Saya informasikan langkah sederhana yang Saya temukan dari teman-teman di forum yang saya ikuti. Cara ini akan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pada Windows Media Player yang tidak menampilkan Subtitle. Yang perlu Anda lakukan adalah men-download DirectVobSub (VSFilter) untuk menampilkan subtitle. Dengan DirectVobSub Anda juga bisa memodifikasi ukuran huruf, warna dan posisi munculnya subtitle ketika film sedang dimainkan.

DirectVobSub.
Setelah selesai download, klik dua kali file yang baru Anda download untuk menginstallnya. Lalu mainkan film Transformer: Revenge of The Fallen, dan klik kanan pada layar windows Media Player > Lyrics, Captions, and Subtitles > On if available. Maka subtitle akan muncul dan Anda bisa menikmati film Transformer: Revenge of The Fallen dan mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh aktor dan aktrisnya.
Cara ini berhasil dilakukan pada windows 7, bagi Anda pengguna windows XP atau windows Vista silakan dicoba saja tips ini, dan mohon bisa berbagi pengalamannya melalui form komentar di bawah ini.
Catatan:
- File subtitle harus ditempatkan pada folder yang sama dengan file film.
- Nama file subtitle harus sama dengan nama file film.
Ubuntu Tweak adalah tool yang digunakan untuk mengganti settingan tersembunyi Ubuntu, sebagai contoh: menyembunyikan atau mengganti splash screen, menampilkan atau menyembunyikan ikon Computer, Home, Trash, dan Network, mengganti Metacity, Nautilus, power management dan security settings, dll. Saat ini, Ubuntu Tweak hanya tersedia untuk desktop GNOME Ubuntu, ini tidak akan bisa digunakan untuk Kubuntu atau Xubuntu. Postingan kali ini akan memberikan panduan utnuk menginstal dan menggunakan Ubuntu Tweak.
Saya tidak menjamin hal ini akan bekerja untuk Anda.
1. Install Ubuntu Tweak
Buka Firefox dan buka http://ubuntu-tweak.com/downloads, lalu pilih “Deb Package”.

Pada kotak dialog yang muncul, pilih “Open with GDebi package Installer (default)”.

Setelah Package Installer muncul, klik pada tombol “Install Package”.

Ketikkan password Anda:

Sekarang Proses instalasi Ubuntu Tweak dimulai.

Setelah itu, klik pada tombol “Close” dan tutup Package Installer.

2. Menggunakan ubuntu Tweak
Untuk mulai menggunakan Ubuntu Tweak, klik menu “Applications > System Tools > Ubuntu Tweak”.

Tampilan Ubuntu Tweak akan seperti gambar di bawah ini. Sekarang Anda dapat membuka-buka seluruh menu dan melakukan modifikasi.

Settingan komputer:

Session Control:

Desktop Icons:

Settingan Metacity:

Settingan GNOME:

Settingan Nautilus:

Settingan Power Management:

Settingan Security:

Sumber: howtoforge.com
Postingan ini dibuat setelah Saya berhasil membuat dual boot Windows 7 dan Ubuntu. Ceritanya laptop Saya yang sebelumnya menggunakan windows XP dan Ubuntu 9.04 (Jauty Jackalope) Saya upgrade menjadi windows 7 dan Ubuntu 9.10 (Karmic Koala), namun ada partisi yang salah pada instalasi sebelumnya yaitu ada partisi yang unallocated dan tidak digunakan…sayang kan jadinya space hard drive gak digunakan. Nah untuk itu Saya ingin perbaikin kesalahan ini sekaligus aja meng-upgrade os Windows dan Ubuntu.
Permasalahan yang terjadi adalah ketika Saya melakukan upgrade windows XP ke windows 7 boot loader hilang, namun hal ini bisa Saya atasi dengan melakukan sedikit konfigurasi pada MBR yang terhapus dan boot loader kembali lagi, dan Saya bisa masuk ke windows 7 dan Ubuntu dengan baik. Namun ketika Saya ingin mengupgrade Ubuntu, Ubuntu tidak mengenali partisi windows 7 sebagai operating system. Hal ini sangat aneh, padahal ketika Saya lihat menggunakan Partition Magic, semua partisi di komputer Saya dikenali.
Nah, akhirnya Saya coba cari jawabannya dengan menggunakan jasa om Google, dan akhirnya Saya bisa mengatasi semua permasalahan itu dengan langkah-langkah seperti di bawah ini:
[catatan: Backup terlebih dahulu data-data Anda pada USB flash disk atau hard drive eksternal]
1. Lakukan booting dengan CD Ubuntu 9.10 Karmic Koala.
2. Buka terminal dan jalankan Gparted
>sudo gparted
3. Buat sebuah partisi NTFS.

4. Quit GParted, dan reboot.
5. Booting dengan CD windows 7.
6. Ketika ada pilihan dimana menginstall, pilih partisi ntfs yang telah Anda buat pada langkah 3 dan klik next.
7. Instalasi windows 7 akan berjalan.
windows 7" width="473" height="352" />
8. Setelah instalasi windows 7 selesai dengan sempurna, booting dengan menggunakan CD Ubuntu lagi dan lakukan instalasi Ubuntu 9.10 Karmic Koala pada partisi yang kosong.
9. Seharusnya Ubuntu sudah mengenali partisi windows 7 sekarang sebagai Partisi windows 7 dan sekarang Anda bisa melakukan dual boot.
Jadi intinya dari postingan kali ini adalah, jika Anda membuat partisi awal dengan menggunakan CD windows 7, maka Ubuntu 9.10 Karmic Koala tidak akan mengenali partisi sebagai operating system. Jika Anda menggunakan aplikasi partisi dari pihak ketiga seperti GParted, dan melakukan instalasi windows maka skenario berikutnya akan berjalan sesuai keinginan.
Apakah Anda mengalami hal yang sama dengan yang Saya alami ketika menginginkan dual boot windows 7 dan Ubuntu??? Jika ada langkah lainnya, mohon dapat berbagi dengan menggunakan form komentar di bawah postingan ini.
Update: Spesifikasi Minimum Ubuntu
Berikut panduan langkah demi langkah instalasi Ubuntu 9.10
Ubuntu 9.10 yang juga dikenal dengan sebutan Karmic Koala telah dirilis pada tanggal 29 Oktober 2009 yang merupakan rilis kesebelas dari OS Ubuntu. Tutorial ini dibuat untuk memberikan panduan kepada siapaun yang ingin menginstall Ubuntu 9.10 pada komputer pribadinya.
Cara install Ubuntu 9.10 ini ditujukan untuk orang-orang yang belum pernah menginstall Ubuntu pada komputernya namun menginginkan os ini beroperasi pada komputernya. Tutorial ini akan memudahkan pekerjaan Anda dalam melakukan instalasi Ubuntu 9.10, namun jika Anda mengalami permasalahan dalam proses instalasi, jangan ragu untuk menggunakan media komentar di bawah postingan ini, kami atau teman-teman pengunjung blog KomputerTips.com akan membantu Anda.
Update: Spesifikasi Minimum Ubuntu
Persyaratan:
Anda butuh Ubuntu 9.10 Desktop ISO image yang sesuai dengan arsitektur komputer Anda (i386 atau amd64), dan bisa didownload dari sini. Bila download Anda sudah selesai, bakar ISO image tersebut dengan aplikasi CD/DVD burning favorit Anda (Nero, CDBurnerXP, Roxio) pada CD blank dengan speed 8x.
Pilih bahasa yang Anda inginkan…

Pilih opsi kedua “Install Ubuntu” dan tekan tombol “enter”…

Tunggu sampai CD dimuat ke dalam RAM…

Anda akan melihat wallpaper untuk beberapa saat. Ketika installer muncul, Anda akan bisa memilih bahasa yang Anda inginkan untuk keseluruhan proses instalasi. Klik tombol “Forward” untuk melanjutkan…

Dimana Anda?
Layar kedua akan menampilkan peta bumi. Waktu dari sistem komputer Anda akan menggunakan pilihan lokasi yang Anda tentukan. Anda juga dapat memilih lokasi menggunakan drop down list yang terletak pada bagian bawah layar. Klik tombol “Forward” setelah Anda memilih lokasi yang diinginkan…

Test keyboard Anda
Pada layar ketiga, Anda bisa memilih layout keyboard yang Anda inginkan. Namun layout default biasanya adalah yang sering digunakan. Klik tombol “Forward” jika konfigurasi keyboard telah selesai Anda tentukan.

Partisi Hard Disk
Anda memiliki empat pilihan:
1. Jika komputer Anda sudah ada os lain (misalnya Windows 7) dan Anda menginginkan sistem dual boot, pilih opsi pertama: “Install them side by side, choosing between them at each startup”.

Catatan: Opsi ini hanya akan muncul apabila Anda memiliki operating system lain di komputer Anda, seperti Microsoft Windows. Perlu diingat, bahwa setelah instalasi windows boot loader akan ditimpa oleh Ubuntu boot loader!
2. Jika Anda ingin menghapus operating system yang ada, atau hard drive sudah kosong dan Anda ingin installer secara otomatis melakukan partisi hard drive, pilihlah opsi kedua, “Use the entire disk”.

Catatan: Opsi ini sangat direkomendasikan kepada pengguna yang tidak memiliki os lain di komputernya atau yang ingin menghapus os yang ada, contohnya OS Windows.
3. Opsi ketiga adalah “Use the largest continuous free space” dan akan menginstall Ubuntu 9.10 pada space yang belum dipartisi pada hard drive yang dipilih.
4. Opsi keempat adalah “Specify partitions manually” dan pilihan ini sangat direkomendasikan untuk pengguna level advanced, pilihan ini untuk membuat partisi khusus atau melakukan format hard drive dengan sistem file lain. Ini juga dapat digunakan untuk membuat partisi /home yang sangat berguna untuk melakukan instalasi ulang keseluruhan sistem.
Berikut cara yang digunakan apabila Anda melakukan partisi manual dengan /home:
- Pilih “Specifiy partitions manually (advanced)” dan klik tombol “Forward”.
- Pastikan hard drive yang dipilih sudah benar. /dev/sda adalah physical hard drive pertama. /dev/sdb adalah hard drive kedua pada komputer Anda. Jadi, pastikan hard drive mana yang ingin Anda format! Kalau tidak, Anda akan kehilangan seluruh data pada hard drive tersebut!
- Misalkan hard drive yang dipilih kosong (tidak ada operating system atau data penting pada hard drive yang dipilih), namun ada sedikit partisi. Pilih setiap partisi dan klik tombol “Delete”. Setelah beberapa saat, akan muncul kata “free space”. Lakukan hal yang sama dengan partisi lain pada hard drive yang dipilih sampai semuanya terhapus dan muncul kata “free space”.
- Pilih kata “free space”, lalu klik tombol “Add”. Pada jendela yang baru, ketikkan 2000 pada kolom “New partition size in megabytes” dan pilih opsi “swap area” dari drop down list “Use as:”. Klik tombol OK dan dalam beberapa saat Anda akan melihat baris “swap” dengan ukuran yang telah ditentukan.
- Pilih kata “free space”, klik tombol “Add”. Pada jendela baru, pilih opsi “Primary”, ketikkan nilai antara 10.000 dan 50.000 pada kolom “New partition size in megabytes” dan pilih / sebagai “Mount point”. Klik tombol OK dan dalam beberapa saat Anda akan diberitahukan baris “ext4 /” dengan ukuran yang telah ditentukan.
- Pilih kata “free space”, klik tombol “Add”. Pada jendela baru yang munbul, pilih opsi “Primary”, ketikkan nilai antara 30.000 dan 50.000 (atau space yang tersisa pada hard drive Anda) pada kolom “New partition size in megabytes” dan pilih /home sebagai “Mount point”. Klik tombol OK dan dalam beberapa saat Anda akan diberitahukan baris “ext4 /home” dengan ukuran yang telah ditentukan.

Tampilan partisi Anda seharusnya seperti gambar di bawah ini. Jika benar, klik tombol “Forward” untuk melanjutkan instalasi…

Warning: Seluruh data pada hard drive yang dipilih akan dihapus dan tidak dapat dikembalikan.
Klik tombol “Forward” untuk melanjutkan instalasi.
Siapa Anda?
Pada layar ini, Anda harus memasukkan data yang benar sesuai pertanyaannya. Isilah kolom yang tersedia dengan nama asli Anda, nama yang Anda inginkan untuk login pada OS Ubuntu (yang disebut juga dengan “username” yang dibutuhkan untuk login pada system), password dan nama komputer (secara otomatis sudah tertulis, namun bisa Anda ganti).
Pada tahapan ini, ada opsi yang disebut “Log in automatically”. Jika kotak pilihan ini Anda centang, maka Anda akan login secara otomatis pada Ubuntu Desktop. Klik tombol “Forward” untuk melanjutkan…

Apakah Anda sudah benar-benar siap menggunakan Ubuntu?
Ini adalah langkah akhir instalasi. Pada tahapan ini, Anda dapat memilih untuk menginstall boot loader pada partisi lain atau hard drive, namun ini sangat direkomendasikan bagi yang sudah advanced saja.
Untuk itu, klik tombol “Advanced” dan pilih drive yang benar (USB stick)…

Klik tombol “Install” untuk memulai proses instalasi…

Operating System Ubuntu 9.10 (Karmic Koala) akan segera diinstall…

Setelah kira-kira 10 sampai 18 menit (tergantung pada spesifikasi komputer Anda), pop-up window akan muncul, mengingatkan Anda bahwa instalasi sudah selesai, Anda perlu melakukan restart komputer untuk melihat operating system Ubuntu berjalan. Klik tombol “Restart now”…

CD akan dikeluarkan dari CD ROM, lalu tekan tombol “Enter” untuk reboot. Komputer akan direset, dalam beberapa saat Anda akan melihat Ubuntu boot splash dan Xsplash…


Pada layar login, klik pada username Anda dan masukkan passwordnya. Klik Log in atau tombol enter…

Silakan menikmati Ubuntu 9.10 Anda…

sumber:softpedia.com