Jun
16th

Yang Perlu Diketahui Tentang Chipset

Apakah chipset itu? Apa fungsinya? Apakah penting? Apa pengaruhnya terhadap kinerja komputer? Pada postingan kali ini, kita akan coba untuk membahasnya.

Chipset adalah nama yang diberikan kepada sekumpulan chip (karena itu dinamakan chipset) yang digunakan pada motherboard.

Pada PC generasi awal, motherboard menggunakan bermacam-macam integrated circuits. Jadi memerlukan banyak chip untuk membuat rangkaian yang diperlukan agar komputer dapat bekerja. Pada gambar 1 di bawah ini, Anda bisa melihat gambar motherboard dari PC XT.

motherboard PC XT

gambar 1: motherboard PC XT

Setelah beberapa lama perusahaan pabrikan chip mulai mengintegrasikan beberapa chip ke dalam chip yang lebih besar. Jadi, daripada menggunakan banyak chip kecil, sekarang sebuah motherboard dapat menggunakan setengah lusin chip yang lebih besar.

Pengintegrasian terus berlanjut dan sekitar pertengahan 1990-an motherboard menggunakan hanya dua atau bahkan 1 chip besar. Pada gambar 2 bisa Anda lihat motherboard 486 kira-kira tahun 1995 menggunakan dua chip besar dengan seluruh fungsi yang diperlukan untuk menggerakkan motherboard.

motherboard 486, model ini hanya menggunakan dua chip besar

Gambar 2: motherboard 486, model ini hanya menggunakan dua chip besar.

Dengan keluarnya PCI bus, sebuah konsep baru, yang masih digunakan hingga kini, dapat digunakan untuk pertama kali: penggunaan bridge. Biasanya motherboard memiliki dua chip besar: north bridge dan south bridge. Terkadang ada beberapa pabrikan chip yang menggabungkan antara north bridge dan south bridge ke dalam satu chip saja; Dalam hal ini, motherboard hanya akan memiliki satu integrated circuit besar.

Dengan penggunaan bridges chipsets dapat dengan mudah distandardisasikan.

Chipsets dapat dibuat oleh beberapa perusahaan, seperti ULi (nama baru untuk ALi), Intel, VIA, SiS, ATI dan NVIDIA. Pada masa lalu ada UMC dan OPTi.

Permasalahan umumnya adalah untuk menggabungkan chipset dari pabrikan dengan motherboard dari pabrikan. Sebagai contoh, sebuah motherboard menggunakan sebuah chipset yang dibuat oleh Intel, maka bukan berarti Intel yang membuat board-nya. ASUS, ECS, Gigabyte, MSI, DFI, Chaintech, PCChips, Shuttle dan juga Intel adalah contoh beberapa pabrikan motherboard yang hadir di pasaran. Jadi pabrikan motherboard membeli chipset dari pabrikan chipset dan membangunnya. Sebenarnya ada aspek yang sangat menarik dari hubungan ini. Untuk membangun sebuah motherboard, pabrikan dapat mengikuti standard proyek dari pabrikan chipset, yang disebut juga “reference design”, atau dapat juga membuat proyeknya sendiri, memodifikasi beberapa hal dalam rangka untuk memberikan kinerja atau fitur yang lebih baik.

North Bridge

Chip North Bridge disebut juga MCH (Memory Controller Hub) terhubung langsung kepada CPU dan memiliki fungsi:

  • Memory controller (*)
  • AGP bus controller (jika tersedia)
  • PCI Express x16 controller (jika tersedia)
  • Interface untuk transfer data dengan south bridge

(*) Kecuali untuk CPU socket 754, socket 939 dan socket 940 (CPU dari AMD seperti Athlon 64), karena pada CPU ini, memory terletak dalam CPU itu sendiri, tidak pada north bridge.

Beberapa chip north bridge juga mengontrol jalur PCI Express x1. Pada chipset PCI Express lainnya maka tugas South Bridge yang mengendalikan jalur PCI Express x1. Pada bahasan ini kita akan asumsikan bahwa south bridge adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalur PCI Express, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat memiliki banyak variasi tergantung pada model chipset.

Pada Gambar 3 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan tugas dari north bridge pada komputer.

tugas north bridge

gambar 3: North Bridge

Seperti yang dapat Anda lihat, CPU tidak mengakses langsung memory RAM atau video card, adalah north bridge yang bertugas mengakses peralatan-peralatan tersebut. Oleh karena itu, chip north bridge memiliki tugas vital dalam kinerja komputer. Jika chip north bridge memiliki memory controller yang lebih baik dari north bridge lainnya, maka kinerja komputer secara keseluruhan akan lebih baik. Itulah mengapa Anda dapat memiliki dua motherboard yang memiliki tipe prosessor sama dan menghasilkan kinerja yang berbeda.

Seperti yang dijelaskan, pada CPU Athlon 64, memory controller ditanamkan dalam CPU dan karenanya hampir tidak ada perbedaan kinerja diantara motherboard dari platform ini.

Semenjak memory controller terletak pada north bridge, maka chip ini yang membatasi tipe dan jumlah maksimum memory yang dapat Anda miliki dalam system (pada Athlon 64, CPU yang mengatur batasan-batasan ini).

Koneksi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui sebuah bus. Pada awalnya menggunakan PCI bus, namun kemudian digantikan dengan dedicated bus.

South Bridge

Chip south bridge juga disebut ICH (I/O Controller Hub) terhubung dengan north bridge dan bertugas untuk mengontrol peralatan I/O dan peralatan on-board, seperti:

  • Port drive hard disk (Port ATA Parallel dan Serial)
  • Port USB
  • Audio on-board (*)
  • LAN on-board (**)
  • PCI bus
  • Jalur PCI Express (jika tersedia)
  • Real Time Clock (RTC)
  • Memory CMOS
  • Peralatan legacy seperti interrupt controller dan DMA controller.

(*) Jika south bridge memiliki audio controller built-in, maka akan butuh sebuah chip eksternal yang disebut codec (kependekan dari coder/decoder) untuk dapat beroperasi.

(**) Jika south bridge memiliki network controller built-in, maka akan butuh chip eksternal yang disebut phy (kependekan dari physical) untuk dapat beroperasi.

South bridge juga dihubungkan dengan dua chip lainnya yang tersedia pada motherboard: chip ROM yang lebih dikenal dengan BIOS, dan chip Super I/O, yang bertugas mengontrol peralatan legacy seperti port serial, port parallel dan drive floppy disk.

Pada Gambar 4 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan aturan dari south bridge pada komputer.

aturan south bridge

Gambar 4: South Bridge

Seperti yang dapat Anda lihat, south bridge dapat mempengaruhi performa drive hard disk, komponen ini tidak mempengaruhi secara kritis performa komputer seperti north bridge. South bridge lebih menitikberatkan pekerjaannya pada fitur-fitur yang dimiliki motherboard Anda ketimbang performa komputer secara keseluruhan. South bridge yang mengatur jumlah (dan kecepatan) dari port USB dan jumlah juga tipe (regular ATA atau Serial ATA) dari port drive hard disk yang dimiliki motherboard Anda.

Inter-Bridge Architecture

Ketika konsep bridge mulai digunakan, komunikasi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui bus, sperti yang terlihat pada Gambar 5. Permasalahannya adalah bandwidth yang tersedia untuk PCI bus – 132 MB/s – dibagi-bagi antara semua peralatan PCI pada system dan peralatan yang terhubung dengan south bridge – khususnya drive hard disk. Pada saat itu, hal ini bukanlah suatu permasalahan, karena transfer rate maksimum hard drive hanya 8 MB/s dan 16 MB/s.

komunikasi antara north dan south bridge dengan PCI bus

Gambar 5: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan PCI bus

Namun ketika high-end video cards (pada waktu itu, video card adalah PCI) dan high-performance hard disk drive dikeluarkan, maka muncullah kekacauan. Kita ambil contoh pada drive hard disk modern ATA/133 yang secara teori memiliki rate transfer maksimum sama dengan PCI bus. Jadi secara teori sebuah hard drive ATA/133 akan menyedot seluruh bandwidth, memperlambat kecepatan komunikasi antara seluruh peralatan yang terhubung ke PCI bus.

Untuk high-end video cards, solusinya adalah dengan membuat sebuah bus baru yang terkoneksi secara langsung dengan north bridge, yang disebut AGP (Accelerated Graphics Port).

Solusi akhir datang ketika pabrikan chipset mulai menggunakan pendekatan baru: menggunakan sebuah dedicated high-speed bus antara north dan south bridge dan menghubungkan peralatan PCI bus ke south bridge.

komunikasi antara north dan south bridges menggunakan dedicated bus

Gambar 6: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan dedicated bus

Ketika Intel mulai menggunakan arsitektur ini, maka bridges disebut dengan “hubs”, north bridge menjadi MCH (Memory Controller Hub) dan south bridge menjadi ICH (I/O Controller Hub). Ini hanyalah bagian dari nomenklatur dalam rangka untuk memudahkan mengenali arsitektur yang digunakan.

Proses penggunaan arsitektur baru yang digunakan motherboard pada saat ini, ketika CPU membaca data dari hard drive, data ditransfer dari hard drive kepada south bridge, kemudian ke north bridge (menggunakan dedicated bus) dan kemudian CPU (atau langsung ke memory, jika metode Bus Mastering – a.k.a DMA – sedang digunakan). Seperti yang Anda lihat, PCI bus tidak digunakan sama sekali pada transfer ini, yang tidak terjadi pada arsitektur sebelumnya.

Kecepatan dari dedicated bus ini tergantung pada model chipset. Contohnya, pada chipset Intel 925X, bus ini memiliki kecepatan transfer maksimum 2 GB/s. Pabrikan menyebut bus ini dengan nama yang bermacam-macam:

  • Intel: DMI (Direct Media Interface) atau Intel Hub Architecture (*)
  • ULi/ALi: HyperTransport
  • VIA: V-Link
  • SiS: MuTIOL (**)
  • ATI: A-Link atau PCI Express
  • NVIDIA: HyperTransport (**)

(*) Interface DMI adalah yang terbaru. digunakan pada chipset i915 dan i925 dan menggunakan dua jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerima (full-duplex communication). Intel Hub Architecture, digunakan oleh chipset terdahulu, menggunakan jalur data yang sama untuk kedua transmisi dan penerimaan (half-duplex communication).

(**) Beberapa NVIDIA dan chipset SiS hanya menggunakan satu chip, contohnya fungsi baik north dan south bridge diintegrasikan ke dalam satu chip saja.

Pada Radeon Xpress 200 dari ATI, komunikasi antara north dan south bridge menggunakan dua jalur PCI Express. Hal ini tidak mempengaruhi performa sistem, karena tidak seperti PCI, bus PCI Express tidak dibagikan ke semua peralatan PCI Express. Ini merupakan solusi point-to-point, yang artinya bus hanya menghubungkan dua peralatan, yaitu receiver dan transmitter; tidak ada peralatan lain yang dapat disambungkan kepada koneksi ini. Satu jalur digunakan untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan data (full-duplex communication).

HyperTransport bus juga menggunakan jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan (full-duplex communication).

Jika Anda ingin mengetahui lebih detil penjelasan mengenai chipset, buka saja website dari pabrikan chipset-nya. Anda bisa mendapatkan daftar pabrikan chipset dan website mereka di sini.

Mungkin Anda bertanya-tanya apakah “peralatan on-board PCI” yang ada pada Gambar 5 dan 6. Peralatan On-board seperti LAN dan audio dapat dikontrol oleh chipset (south bridge) atau oleh sebuah chip controller tambahan. Apabila metode kedua yang digunakan, maka chip controller ini terhubung ke PCI bus.

Pabrikan Webiste Drivers
ALi http://www.ali.com.tw Drivers
ATI http://www.ati.com Drivers
Intel http://www.intel.com Drivers
nVidia http://www.nvidia.com Drivers
OPTi http://www.opti-inc.com Drivers
SiS http://www.sis.com Drivers
ULi http://www.uli.com.tw Drivers
Utron http://www.utron.com.tw Drivers
VIA http://www.via.com.tw Drivers
xPro http://www.pcchips.com Drivers
Dec
1st

Dual Screen Netbook PC Dengan Windows 7

Teknologi berkembang dengan sangat pesat dan selalu menghadirkan sesuatu yang baru setiap saat yang membuat kita terkesima. Jika Anda tidak percaya dengan Saya, coba lihat netbook yang satu ini. Kohjinsha sebuah perusahaan manufaktur Jepang mengeluarkan produk terbaru yaitu netbook dengan dual screen atau layar ganda, yang dinamakan Kohjinsha DZ series. Fitur notebook ini yaitu: dual 10.1 inci monitor layar lebar yang masing-masing memiliki resolusi 1024×600, dan 2048×600 apabila dikombinasikan. Kedua layarnya berdampingan kiri dan kanan sehingga menghasilkan tampilan layar yang lebar.

Windows 7 Dual Screen Netbook PC

Windows 7 Dual Screen Netbook PC

Netbook dual screen ini bekerja pada processor 1.6GHz AMD Athlon Neo MV-40 dengan chipset S780MN dan terintegrasi dengan kartu grafis ATI Radeon HD 3200. Dan tentunya menggunakan Windows 7 OS terbaru dari Microsoft. Spesifikasi detail dari netbook ini adalah seperti tertera di bawah ini.

Spesifikasi Kohjinsha DZ Series

Netbook dual screen ini juga dikenal sebagai DZ6KHE16E dengan spesifikasi:

  • Dual 10.1 inchi LCD Screen
  • 1.3 megapixel camera
  • 1.6 Ghz AMD Athlon Neoprocessor
  • 1 GB RAM (with maximum support for 4 GB RAM)
  • ATI Radeon HD 3200
  • 160 GB harddisk
  • WiFi
  • Bluetooth 2.1
  • Ethernet
  • Battery life:4.5 hour
  • Weight: 1.84 kg
  • OS: Linux or Windows 7

Berikut adalah video netbook dual screen yang menjalankan Windows 7 Home Premium:

Netbook unik ini akan mulai dijual di Jepang pada tanggal 11 Desember 2009 dengan pilihan OS Linux atau Windows. Harga netbook ini apabila menggunakan Linux adalah sekitar $1,110 sementara apabila dengan Windows 7 Home Premium adalah sekitar $1,160.

Jika Anda menyukai postingan-postingan dari Saya di Belajar Bikin Blog ini, silakan ikuti Saya melalui Twitter.

Nov
13th

Instalasi Memory (RAM) pada Komputer Anda

ram

Perhatikan video berikut ini tentang bagaimana menginstall memory (RAM) pada komputer Anda. Sangat mudah dan siapapun bisa melakukannya dan mengupgrade komputernya.

  1. Buka penutup CPU.
  2. Cari slot dari RAM.
  3. Tancapkan Memory secara perlahan.

Tru3m0sl3m punya banyak tutorial, dari Windows sampai Ubuntu. Jika Anda mencari tips atau trick yang mudah dan bagus, maka bisa jadi ini adalah tempat yang bagus untuk memulai.

Nov
12th

Memperkuat Sinyal Router

antennarouter

Pada dasarnya wireless router memiliki jangkauan 100 kaki atau lebih, namun ada banyak faktor yang bisa membuat jangkauannya berkurang, membuat sinyal dan kekuatan sinyal berkurang dari yang Anda banyangkan. Gangguan dapat disebabkan oleh metal, sinyal lain dan perangkat elektronik lainnya yang menggunakan frekuensi wireless seperti ponsel dan oven microwave. Ada banyak metode yang dapat Anda gunakan untuk memperkuat kekuatan sinyal.

Step 1 Cek interference (gangguan)

  1. Pindahkan perangkat di rumah Anda yang dapat menyebabkan gangguan pada jaringan traffic dengan jalur frekuensi 2.4GHz. Perangkat-perangkat ini diantaranya adalah telepon tanpa kabel, oven microwave, dan yang sejenisnya.
  2. Cek kekuatan sinyal dengan menghidupkan dan mematikan perangkat-perangkat ini untuk menentukan pakah memang menyebabkan gangguan sinyal.
  3. Belilah wireless network analyzer untuk mencari tahu sumber gangguan.

Step 2 Rubah channel sinyal Anda

  1. Router dapat disiarkan pada beberapa rangkaian channel, antara 1 sampai sebelas. Rubahlah kepada channel yang akan memberikan router Anda sinyal yang bersih diantara jaringan-jaringan wireless yang ada.
  2. Gunakan software utility untuk menganalisis jaringan mana yang menggunakan suatu channel.
  3. Aturlah sistem Anda untuk menggunakan channel yang tidak dipakai.

Step 3 Atur Ulang Posisi Router Anda

  1. Posisikan setinggi mungkin untuk meningkatkan efektifitas jarak broadcast.
  2. Letakkan pada bagian tengah rumah atau ruangan untuk jangkauan yang lebih luas.
  3. Posisikan sedekat mungkin dengan receiver.
  4. Jauhkan dari barang-barang metal termasuk rak metal, filing cabinet dan barang-barang sejenisnya.
  5. Jauhkan dari perangkat wireless seperti ponsel, telepon tanpa kabel, microwave, yang beroperasi pada frekuensi 2,4-GHz.
  6. Jauhkan sejauh mungkin dari router Wi-Fi yang ada di dekat lokasi Anda (Tentunya Anda harus memastikan bahwa Anda menggunakan channel yang berbeda).

Step 4 Tinggikan Power Transmit Anda

  1. Cek dokumentasi router Anda dan utility konfigurasi untuk dapat merubah Xmit power dari router Anda: Jumlah power yang digunakan untuk melakukan transmisi sinyal. Umumnya Anda dapat meningkatkan angka ini sampai di atas 50mW, namun waspadalah dengan risiko kelebihan panas atau rusaknya router Anda.

Step 5 Ganti Antenna

  1. Lepaskan dan gantilah antenna broadcast pada router Anda dengan model yang dapat memberikan power lebih. Tidak semua router dapat diganti antennanya, namun kebanyakan bisa.

Step 6 Install Repeater

  1. Belilah Repeater. Repeater adalah perangkat hardware yang bertugas seperti sebuah pemekar jaringan wireless. Repeater mengambil sinyal dari router Anda dan mendorong sinyal tersebut untuk meningkatkan jaraknya.

Step 7 Install Wireless Amplifier

Belilah dan sambungkan sebuah wireless amplifier (yang juga dikenal dengan sebutan booster) langsung ke router Anda. Sebuah booster bisa jadi lebih efektif daripada repetaer yang hanya meningkatkan kekuatan sinyal yang sudah ada, ketimbang meningkatkan kekuatan dan jaraknya.